Febry Riyanto's Weblog

Catatan Harian Febry Riyanto
RSS icon Email icon Home icon
  • Kontes SEO Beritajitu.com SCAM!!

    Posted on January 30th, 2010 febry 6 comments

    Mengingat :
    Bahwa banyaknya blogger Indonesia yang telah mengikuti kontes seo mengembalikan jati diri bangsa yang dimulai tanggal 14 Juli 2009 s.d 21 Desember 2009 ( selama 160 hari)

    Menimbang :

    • Tidak ada kejelasan mengenai tanggal dan waktu penyerahan hadiah
    • Tidak pernah diresponnya email, telepon ataupun Ym! dari para pemenang dan blogger indonesia

    Memutuskan :
    Kami para peserta kontes seo mengembalikan jati diri bangsa memutuskan bahwa kontes seo mengembalikan jati diri bangsa yang diselenggarakan oleh beritajitu.com adalah SCAM!!

    Keputusan ini dapat kami tarik kembali dengan memposting sebuah artikel postif bila hadiah telah kami terima dengan utuh sesuai kesepakatan awal.

    Kami meminta kepada segenap blogger Indonesia untuk memposting artikel ini diblog masing-masing atau di facebook masing-masing. (silakan di copy paste)

  • astaga.com lifestyle on the net

    Posted on December 21st, 2009 febry 8 comments

    Astaga.com lifestyle on the net merupakan kontes seo yang diadakan oleh astaga.com dalam rangka astaga.com REBORN. lifestyle on the net adalah tema yg diangkat oleh astaga.com untuk membuktikan bahwa mereka memang layak mendapat julukan sebagai salah satu portal lifestyle on the net terbaik di Indonesia.

  • BUDAYA BERTANYA

    Posted on December 18th, 2009 febry 7 comments

    budaya bertanyaBila manusia mulai bertanya-tanya,itu pertanda ia sudah menyentuh dunia filsafat.menurut C.A.VAN PEURSEN,jika pertanyaan-pertnyaan itu sudah disertai rasa heran , yang menbuatnya termenung ,ia pun menjelma menjadi seorang filsafat. Mungkin itulah sebabnya,mengapa filsafat dianggap sebagai orang yang ilmunya pantas dijelajahi oleh orang-orang yang cerdas.orang-orang bodoh tak mungkin akrab dengan filsafat.sebab orang bodoh cenderung bersikap masa bodoh terhadap diri dan lingkungan nya.hanya orang cerdas yang memiliki lebih banyak kepedulian terhadap lingkungansosial dan lingkungan alam disekitarnya ,dibandingkan dengan mereka yang taraf kecerdasannya lebih rendah.kepedulian itulah yang mengandung keterlibatan sosial. Sehingga semakin peduli akan menyebabkan semakin dalam ia terlibat dengan masalah-masalh lingkungan.dam semakin dalam ia terlibat semakin mungkin ia menemukan pertanyaan-pertanyaan baru hanya orang-orang cerdas yang mempunyai kebiasaan bertanya . Salah satu ciri orang yang cerdas adalah kecenderungannya untuk selalu dan suka bertanya,termasuk mempertanyakan hal-hal yang paling “ pantang “ sekalipun karena selalu dan suka bertanya menjadi kencenderungan yang tak dapat dia elakan ,bahkan kemudian menjadi hal yang dia sukai.maka ada proses yang mendorong tumbuhnya kebiasaan bertanya Jika benar kebiasaan bertanya dapat mendorong seseorang untuk menjadi lebih cerdas ,bagaiman halnya dengan upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, seperti yang diamanahkan oleh UUD 45 ? Bisakah kita katakana bahwa upaya mencerdaskan kehidupan bangsa,haruslah didasari dan disertai upaya membudayakan kebiasaan bertanya diseleruh kalangan masyarakt ? Kita tak mungkin menjadi bangsa yang cerdas ,jika kebiasaan bertanya malah dicurigai sebagai budaya riberal ,budaya “ import “.budaya yang tak dihargai tata krama.jika kita sudah berhenti bertanya maka akibatnya adalah : tidak akan memperoleh jawaban-jawaban baru.dan jika tidak ada jawaban-jawaban baru,kita pun akan hidup sebagai bangsa yang hanya menguyah-unyah dan mengulang-ulang jawaban lama.dengan hanya mengandalkan jawaban-jawaban lama,kehidupan berbangsa kita terancam berhenti.kita akan menjadi bangsa bangsat,yang semakin lama semakin kerdil,kita akan menuju kemasa lampau dan bukannyamelangkah ke masa depan. Jika sudah berhenti bertanya,guru-guru dan dosen hanya akan sibuk mengajar dan lupa belajar,sarjana-sarjana akan asyik berceramah disana-sini dam mersa tak ada lagi urusan dengan kegiatan penelititan.khiyai , pastur , pendeta ,biksu amatlah terampil dalam memanfaatkan mulutnya untuk berkhotbah,memberi nasihat kepada jamaahnya,tapi dia sendiri tidak lagi menggunakan matanya untuk membaca dan tidak menggunakan telinganya untuk mendengarkan nasihat dan kearifan oang lain. Jika sudah tak bertanya lagi , wartawan mungkin masih menulis berita kecelakaan lalu lintas / sekali-kali masih sempat tajuk rencana yang kering dan asal ada , tapi puisi-puisi baru tak tertulis ,Karena tak perlu ada yang ditulis. Jika kebiasaan bertanya dianggap berbahaya , maka yang akan menimpa kehidupan kebangsaan kita justru adalah bahaya besar : bencana kebudayaan,penalaran tidak berfungsi,kreatifitas macet total.tapi jika kebiasaan bertanya dianggap penting ,mengapa pendidikan formal kita lebih mengintroduksi budaya imla ,budaya dikte , budaya “ fotokopi “ yang menjurus kebudaya nyontek ? Mengapa kebebasan betanya dibatasi seminim mungkin dan kebebasan mendikte dibiarkan selonggar mungkin ? Jika kebiasaan bertanya memang dianggap penting,anak-anak didik dari sejak pendidikan dasar sampai ke perguruan tinggi ,perlu diberi kebebasan bertanya seluas-luasnya. Pertanyaan terakhir ini tidah kalah pentingtnya ,karena orang tua kadang-kadang menjadi lembaga sosial pertama yang melakukan penindasan terhadap hak-hak asasi manusai,hak bertanya anak-anak sendiri

    Adakah kita masih melakukan budaya bertanaya ?

    SUMBER: RY BY

  • FEBRY RIYANTO

    Posted on December 17th, 2009 febry 3 comments

    Febry riyanto's weblog febry febry riyanto's weblog febry riyanto

    siapa yang tahu itu foto siapa ?….hhhe

    anda benar itu foto saya FEBRY RIYANTO,(narsis banget ya),saya ingin membuat postingan tentang saya agar apabila nama saya dicari dimesin pencari seperti google nama dan foto saya akan tampil,,hhhe

    hasil ini saya lakukan karena saya blogger baru yang ingin mencari simpati pada paman google, ,berbagai cara telah saya lakukan seperti nyepam diblog barat agar nama saya dan foto saya tampil dihalaman utama google dengan kata kunci atau tag febry.sekian lama saya melakukan hal tersebut akhirnya nama saya tampil pada halam pertama google,,hhe

    ini berkat guru saya om khai,kalau tidak ada dia mungkin nama dan foto saya tidak akan tampil pada halam utama google,,itu cerita singkat dari saya (FEBRY RIYANTO) dalam hal untuk menaikan reting nama saya sendiri,hhhe

  • Mengembalikan Jati Diri Bangsa Terseok-Seok

    Posted on December 11th, 2009 febry 4 comments

    Aneh memang. Mengapa posisi blog Mengembalikan Jati Diri Bangsa om Khai bisa terseok-seok? Padahal seingatku dia rajin dalam melakukan kegiatan optimasi kontes jati diri bangsa itu. Mengapa kini blognya terseok-seok di google serps?

    Seminggu yang lalu ketika saya menyambangi rumah om Khai, dia mengatakan bahwa dia sudah tidak punya semangat  lagi dalam mengikuti kontes ini. “Meski kamu sudah memberikan supporting Mengembalikan Jati Diri Bangsa, namun om minta maaf karena om banyak sekali pekerjaan yang tidak bisa dibarengi dengan kegiatan optimasi”, begitu beliau menuturkan kepada saya minggu lalu. Walah om.. kok gitu siy.

    Aku hanya bisa memberikan dukungan sekedarnya. Karena blog ini belum juga mendapatkan pagerank. Memang belum lama siy membuat blog ini. Jadi wajarlah kalau belum mendapat perhatian dari Google… :D Tapi nanti mudah-mudahan disaat Google melakukan update Major pada bulan Januari, blog febry mendapatkan PR 3. Walah… Narsis amat. Tp ggp. Berharap itu tidak dosa. Lagian sekarang saya giat dalam melakukan kegiatan link building demi perkembangan blog ini dimasa yang akan datang. Maklumlah This is my first blog..

    Terakhir mudah-mudahan blog Om Khai tidak terseok-seok lagi. Dan berharap saya dapat belajar lagi dengannya untuk memperdalam ilmu silat seo. Tetap semangat om dalam optimasi blog kontes seo Mengembalikan Jati Diri Bangsa. Salam Febry